Selasa, 11 Desember 2018

Makalah LGBT (Pendahuluan)




I.            Latar Belakang[1]

Di zaman sekarang, fenomena LGBT semakin ramai diperbincangkan. Hal  tersebut disebabkan banyaknya pemberitaan LGBT itu sendiri. Kemudian diangkatnya wacana atau sosok LGBT dalam media popular. Sehingga masyarakat semakin familiar. Sehingga LGBT sekarang menjadi trending topic di kalangan semua usia. LGBT tidak  mengenal batasan usia, jenis kelamin, status sosial maupun pekerjaan bahkan  agama.

Tak jarang mucul olokan yang ditujukan pada anggota LGBT khususnya gay. Hal-hal  seperti  ini, opini pribadi  akan  ketidaksukaan  pada  gay atau  LGBT  secara  umum akan muncul, kemudian bergulir menjadi opini publik melahirkan pandangan gay itu  mengganggu dan membahayakan masyarakat. Dengan  anggapan utama gay dapat menular, serta dengan sengaja menularkan. Artinya, masih  ada mispersepsi publik terhadap persoalan LGBT.
Masih adanya pandangan buruk masyarakat membuat seorang gay mesti sedikit mlipir alias menyingkir atau menepi.. Akibatnya seorang gay ini harus berhati-hati jika ingin berekspresi. Bahkan dalam mencari teman cerita, tidak sembarang orang dapat dijadikan tempat curhat yang baik. Maka dicarilah solusi paling baik menurut mereka, bahwa mereka harus mencari dan mendapatkan  teman sesama gay.
Dimulailah masa mencari teman sesama gay dalam lingkunga masyarakat mereka. Mencari teman sesama gay dilakukan dengan berbagai cara, umumnya menggunakan jejaring sosial internet atau melalui kolega-kolega yang ada. Bukan dengan  mendatangi  seseorang  secara  acak  lantas  menodong  pertanyaan,  bukan pula  asal  mengubah  seseorang  menjadi  gay. Keberadaan  teman  sesama gay didasari butuhnya dukungan kawan senasib sependeritaan, agar ada teman berbagi sekaligus tempat mengadu. Setelah mendapatkan teman sesama gay, pertemuan-pertemuan pun terjadi. Seseorang yang awalnya tidak saling mengenal dapat bertemu kawan baru, bahkan tidak menutup kemungkinan mendapatkan kekasih dari  pertemuan ini. Atas dasar itu muncul wacana membuat perkumpulan khusus mereka. Kelompok gay telah berdiri dan memiliki anggota. Anggotanya pun tersebar di berbagai lingkungan. Mereka ragu dan mungkin sedikit takut untuk langsung terbuka. Sarana alternatif  yang dianggap baik adalah melalui media jejaring sosial alias internet. Komunitas gay pasti memiliki grup, khusus anggotanya di situs Facebook yang tidak semua orang gampang temukan. Tidak semua anggota merasa dapat dengan cepat mengakses informasi tentang gay. Maka dibutuhkan alternatif lain agar informasi sampai lebih  cepat. Aplikasi chatting atau obrolan digital bernama ”Line Mesengger” kemudian dipilih sebagai ruang interaksi dan komunikasi. Dunia maya dianggap mampu  menghadirkan sedikit rasa aman bagi mereka berkomunikasi. Komunitas gay kini  hadir dengan bentuk samar-samar, tersembunyi apik dalam jejaring sosial, pertemuan  terbatas dan jauh dari tempat-tempat ramai.

II.            Rumusan Masalah

a)      Apa yang dimaksud LGBT? 
b)      Apakah dampak LGBT?
c)      Bagaimana cara menyikapi pelaku LGBT?

III.            Tujuan
a)      Agar masyarakat dapat memahami LGBT
b)      Agar masyarakat dapat mengerti pengaruh LGBT
c)      Agar masyarakat dapat mengatasi pelaku LGBT


[1] http://febrionevi.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar